Halo..ketemu lagi nih..saya akan mau nge-posting mengenal hewan yang satu ini. Hewan ini lucu banget, ngemesin, dan pastinya imut. Yah, PANDA. Kita akan mengenal lebih dekat dengan hewan imut satu ini.

Panda adalah seekor mamalia yang biasanya diklasifikasikan ke dalam keluarga beruang yang hewan asli Tiongkok tengah. Panda tinggal di wilayah pegunungan, seperti Sichuan dan Tibet. Sekarang ini, panda termasuk dalam kategori hewan punah, karena kehilangan habitat dan tingkat kelahiran yang rendah.

Panda dalam budaya modern;

  • Genma Saotome adalah tokoh kartun dalam manga Ranma 1/2 karya Rumiko Takahashi. Meskipun normalnya ia adalah manusia, ia sering tampil sebagai panda (akibat kutukan) dalam seri ini.
  • Kung Fu Panda menjadi film animasi komedi liburan musim panas untuk semua umur dan di rilis tahun 2008, dengan tokoh utama seekor Panda. Pengisi suara oleh Jack Black.

Fakta unik tentang panda:

1. Fakta pertama, Panda bisa memakan madu, telur, ikan, dan buah.

2. Fakta kedua, Ketika lahir, tubuh beruang panda tidak lebih besar daripada seekor tikus.

3. Fakta ketiga, Di China, panda disebut xiongmao, sementara di Taiwan, panda disebut maoxiong.Xiong adalah beruang, mao berarti kucing.

4. Fakta keempat, 90% Menu makanan beruang panda adalah bambu.

5. Fakta kelima, Beruang panda sanggup makan bambu hingga 40 kg setiap harinya.

6. Fakta keenam, Beruang panda menghabiskan 2/3 hidupnya hanya untuk makan.

7. Fakta ketujuh, Berbeda dengan beruang coklat yang tidak mempunyai toleransi wilayah, beruang panda justru merupakan hewan yang akrab satu sama lain.

Jadi, semoga..hewan panda ada di salah satu kebun binatang di Indonesia..pengen banget ketemu dan kalau bisa, peluk panda nya..hahahahaha…panda always~

Sumber: Wikipedia

Suatu hari Radja dan Ratu ingin minum kopi. Tetapi, walau Ada Caffein dan bisa merusak Gigi Putih jadi Cokelat, mereka tetap memilih minum kopi dicampur Mocca. Padahal penasihat kesehatan mereka sudah bilang kalau lebih baik minum ST12 yang terbuat dari Hijau Daun teh dari daerah Puncak yang terkenal itu. Mereka senang mendengar puisi Soneta sambil main Domino. Five Minutes kemudian, si Dewa, Mahadewi, dan Samsons datang karena KangenPas mereka sedang menuju Tangga, tiba-tiba Peterpan datang bawa KotakMahkota ber Tahta kan Jamrud. Dengan Naif dan Seurieus –nya, dia berkata “Benda ini hadiah tuk Geisha yang berumur Seventeen. “Hello! “dengan gaya Slank dan Gruvi mereka menyindirnya , “Salah masuk kerajaan kali? Di Tipe-X kali nama lo dari Tiket masuk kerajaan sebelah. Lagipula umur segitu masih Virgin tapi dia kan dah gak! Ha ha ha. Sedih nian kalau diperlakukan seperti itu, tapi ia bersikap Netral. Ia pun pulang ke rumahnya, tapi sebelumnya mampir dulu ke Kuburan tuk dapat wangsit. Tiba-tiba, dari atas terdapat cahaya warna Ungu. Armada Pilot datang bersamaan dengan cahaya itu. Mereka serempak berkata Superman Is Dead, bung! Kami hanya bawa Boomerang buatmu tuk menyerang orang-orang yang menghinamu. Setelah itu, mereka lenyap karena adanya Efek Rumah Kaca dan tiba-tiba dia sudah berada di Garasi.

sumber: Terselubung

10 Cara Cepat Menjadi Pintar

Posted: September 24, 2011 in student
Tag:,

Halo..ketemu lagi… saya akan memberikan informasi tentang cara membuat pintar. Pintar pasti ingin dimiliki oleh semua orang, walaupun sulit untuk mencapainya. Nah..dengan cara-cara ini, kita bisa menjadi pintar dengan usaha dan jerih payah kita. Ini dia cara-caranya :

1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal

Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

2. Membaca adalah kunci belajar

Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

3. Mencatat pokok-pokok pelajaran

Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.

4. Hapalkan kata-kata kunci

Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya.

5. Pilih waktu belajar yang tepat

Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama loh. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

6. Bangun suasana belajar yang nyaman

Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.

7. Bentuk Kelompok Belajar

Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.

8. Latih sendiri kemampuan kita

Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari

Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.

10. Sediakan waktu untuk istirahat Belajar

boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru. Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.

Dan satu lagi, berdoalah kepada Tuhan agar kita diberikan ilmu dan kesehatan yang baik agar kita bisa menjalankan kewajiban kita sebagai pelajar. Semoga cara-cara ini bermanfaat,Selamat Mencoba

Sumber: Studeninfo

IPS VS IPA

Posted: September 16, 2011 in iseng-iseng
Tag:, ,

Ini adalah masalah klasik siswa SMA, pada saat penjurusan mereka dipusingkan dengan memilih jurusan yang akan menentukan masa depannya. IPA, IPS dan Bahasa menjadi pikiran utama di otak mereka, mungkin di banyak sekolah jurusan Bahasa sudah tidak dibuka lagi.

Sebenarnya apapun jurusan yang teman-teman pilih bukan menjadi masalah asalkan memang cocok bagi kita semua. Tapi masalahnya ‘Apakah kita tahu yang cocok bagi diri kita?’ Dalam menentukan sesuatu kita jangan memaksakan ego kita menguasai segalanya, tanyakan dan konsultasikan pada guru, wali kelas, BK, dan yang penting orang-tua.

Pandangan orang saat ini menganggap jurusan IPA lebih bagus dari IPS, hal itu wajar-wajar saja sebab IPA memiliki lebih banyak jalur menuju Perguruan Tinggi ketimbang IPS bahkan IPA-pun bisa masuk Jurusan IPS di PT nanti. Banyak lulusan IPA yang kuliah di Manajemen, Akuntansi, Politik, FIKOM, dsb. Kemudian hampir di semua sekolah anak-anak ‘pintar’-nya (yang mendapat rangking atas) masuk jurusan IPA dan yang masuk IPS biasanya yang mendapat rangking bawah. Dari alasan di atas maka wajarlah bila orang berpendapat bahwa IPA lebih bagus dari IPS.

Apakah seburuk itu IPS? Tidak, jurusan IPS dibuat pasti dengan tujuan tertentu. Di dalam jurusan IPS kita akan dididik berbagai ilmu sosial dan kemasyarakatan, kitapun akan dilatih agar menjadi manusia yang kritis dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Hal-hal seperti inilah yang tidak dimiliki oleh pelajar di Jurusan IPA.

Dalam kehidupan sehari-hari IPA dan IPS selalu hidup berdampingan dengan harmonis (Kaya apa aja). Guru IPS saya pernah bercerita bahwa sekitar tahun 80-an pemerintah akan membangun waduk di Madura maka didatangkanlah para engineer dari ITB, ITS, UI, dsb. Tetapi karena para engineer tersebut tidak memiliki kemampuan sosial yang baik maka pada saat mereka akan membangun waduk tersebut ratusan warga Madura yang tanahnya terpakai datang dan membawa clurit untuk mencincang mereka, gagal-lah proyek tersebut. Dari peristiwa tersebut para ahli mulai sadar betapa pentingnya ilmu sosiologi dalam menghadapi masyarakat.

Teman-teman sekalian, jadi apapun jurusan yang kita pilih itu bagus tergantung dari bagaimana kita memanfaatkan dan mengkondisikan diri di jurusan tersebut, percuma masuk IPA tapi selalu mendapat nilai jelek dan hampir tidak naik kelas. Saya pernah mendengar dari teman IPS saya :

“Daripada menjadi ‘budak’ di IPA, Lebih baik menjadi ‘raja’ di IPS”.

Yah, saya memilih IPS…walaupun di sekolah saya guru-guru IPS nya galak-galak dan killler semua…saya tertantang untuk masuk IPS…apa jurusan kalian??? terserah dengan kata hati anda…

http://suarapelajarindonesia.wordpress.com/2007/07/14/ipa-versus-ips/

Cara Menyontek yang Baik dan Benar

Posted: September 16, 2011 in iseng-iseng

Wiiiuuhhh…lama ngga nge-blog nih..gara-gara sibuk sebagai pelajar yang teladan seperti saya ini..hehehehe…bercanda kok. 😀

naaahhh…saya mau nge-posting tentang budaya (sok ilmiah) yang sudah dijadikan tradisi oleh pelajar yang malas banget kalo bnamanya belajar dan cara buat mendapatkan nilai yang baik secara INSTAN…yah…apalagi kalau bukan NYONTEK…

Aku sih orang nya bukan rajin banget dalam hal ini… tapi saya nge-posting ini buat yang hobi nya kayak inian…coz…ini penejelasannya…

Definisi Mencontek
Mencontek adalah:
Cara yang dilakukan seseorang untuk bisa mendapatkan jawaban dari sebuah pertanyaan ujian dengan illegal. Biasa dilakukan anak sekolah yang tidak siap dengan ulangan atau ujian. Mencontek bisa dilakukan seorang diri atau dalam group.

Persiapan Sebelum Nyontek

Berikut ini adalah persiapan sebelum mencontek yang sangat vital untuk diperhatikan :

  1. Harus terlihat tenang.
  2. Harus terlihat seakan-akan sudah menguasai materi yang dipermasalahkan.
  3. Usahakan untuk bisa membaca situasi seperti gerak gerik pengawas.
  4. Usahakan agar sudah menguasai metode mencontek yang akan dipergunakan dengan sempurna. (sambil megang-megang bolpen yang sudah berisi contekan. Tp jangan direveal dulu).
  5. Kalau bisa, datangi tempat di mana ujian akan dilaksanakan, dan pelajari tata letak ruangannya, seperti posisi cermin, letak jendela, meja pengawas, teman sekitar, dan sebagainya.
  6. Hafalkan kode-kode yang akan diterima dari teman yang diajak kerjasama, jangan sampai salah informasi karena akan berakibat fatal. (bergaya sambil nginget2 pake ngitung-ngitung jari)
  7. Bersiap untuk keadaan terburuk apabila ketahuwan, seperti mendapat 0 atau bahkan dikeluarkan dari sekolah. (Nunjukin semacam surat wasiat atau sejenisnya).
  8. Atur sebuah meja siap ujian, seperti namanya, meskipun kamu belum belajar, tapi kamu niscaya akan mendapat nilai bagus. (Sesuai namanya, bukan kamunya yang siap ujian, tapi mejanya yang udah siap ujian).

Pembagian Mencontek

Metode nyontek dibagi menjad 2 bagian, yaitu dengan usaha sendiri dan kerja sama:

  • Usaha sendiri adalah dengan buka kebetan (catatan kaki) sendiri, buka buku, ataudengan alat bantu lain seperti kertas kecil, coret-coretan di tangan, dan lain-lain.
  • Kerja sama adalah dengan cara minta jawaban dari orang lain, dengan kode-kode yang sebelumnya sudah disepakati terlebih dahulu.

Mencontek Dengan Usaha Sendiri

Mencontek dengan usaha sendiri membutuhkan banyak persiapan. Sebelumnya perhatikan dulu barang-barang yang kamu kenakan. Di sini ada banyak yang bisa digunakan lho. Seperti contoh, kita bisa lihat :

  1. Di dalam topi bisa buat tempat penyimpanan sesuatu, seperti kertas atau lainnya.
  2. Di balik kerah baju.
  3. Di bawah jam tangan
  4. Di selipan kaos kaki.

Selain itu, bahan dasar tambahan yang dibutuhkan untuk mencontek antara lain:

  1. Kertas kecil
  2. Alat tulis (gunakan warna yang mudah anda baca, tapi sulit dilihat orang, contoh: abu2, coklat).
  3. Buku atau alat bantu lain seperti kalkulator dsbnyaatau yang lainnya.

Dasar dari semua metode yang akan dibeberkan adalah dengan menuliskan referensi yang kira-kira relevan pada soal ujian pada sebuah kertas kecil.
Teknik yang dibeberkan adalah yang paling sering digunakan dan yang alat bantunya dapat tersedia dengan segera. Hal yang perlu dilakukan adalah melipat kertas menjadi sekecil mungkin tetapi tetap tipis dan memasukkannya ke alat bantu yang dipergunakan. Kemudian untuk membaca, keluarkan kertas dari alat bantu dan bacalah dengan hati-hati2 dan hanya apabila kondisi memungkinkan.
1) Jam Tangan.

Ini sangat efektif karena pengawas selalu membolehkan pelajar untuk mengenakan jam tangan. Cara menggunakan teknik ini adalah dengan menyelipkan kertas ke bagian bawah jam tangan sebelah dalam.
2) Pulpen.
Ini juga sangat populer karena rata2-rata pelajar memiliki pulpen yang bisa dibuka tutup bagian belakangnya. Kamu hanya perlu memelintir kertas menjadi seperti rokok kecil dan memasukkan ke dalam pulpen.
3) Penghapus.
Rata-rata penghapus memiliki kertas karton yang mengelilingi karetnya. Anda Kamu bisa menyelipkan kertas ke dalam celah antara karton dan karetnya dengan cukup mudah. dan Pastinya pengawas selalu membolehkan penggunaan menggunakan penghapus.
4) Rautan.
Carilah rautan yang ada tutupnya, sehingga kamu bisa membuka tutupnya dan memasukkan kertas kedalam rautan itu. Usahakan rautannya terlihat sebiasa mungkin dan sekecil mungkin agar tidak menarik perhatian.
5) Kotak Pensil.
Terus terang kami tidak suka dengan cara ini karena sangat amatir dan mudah ketahuan. Dengan teknik ini, kamu hanya perlu memasukkan kertas ke dalam kotak pensil. Pengawas ulangan jaman sekarang biasanya mengharamkan kotak pensil untuk berada di atas meja.
6) Kalkulator
Metode ini terkenal di kalangan pelajar pada saat ujian berhitung atau apa saja yang membutuhkan kalkulator. Metode ini akan berjalan dengan sempurna, apabila kalkulator tidak disediakan oleh pihak pembuat ulangan. Gunakanlah jenis kalkulator yang terbagi dua, ada tutup yang bisa dilepas dan bagian kalkulatornya sendiri. Pasang tutup itu seperti biasanya kamu memasang saat akan menggunakan kalkulator, dan selipkan kertas celah antara kalkulator dan tutupnya.
7) Rok Wanita.
Di setiap rok selalu ada lipatan kecil di bagian bawah sebelah dalam. Selipkan kertas di sana dan apabila ingin menggunakan, tariklah rok anda ke arah kamu dan keluarkan kertas.
PERHATIAN: cara ini akan sangat mengundang tatapan mata birahi para pria di sekitar anda, jadi BERHATI-HATILAH dan pastikan TIDAK ADA MATA MEMANDANG. Dan apabila kamu seorang pria, tidak disarankan menggunakan metode ini. Karena sebelum ujian dimulai pun kamu sudah akan diusir pulang ke rumah untuk ganti celana.
8) Kemeja/Kaos Tangan Panjang.
Seperti halnya rok, kemeja, atau kauos tangan panjang kerap memiliki lipatan di bagian ujung lengan sebelah dalam, tetapi biasanya dijahit mati. Jadi anda perlu membuka sedikit agar dapat memasukkan kertas.
9) Kaos Kaki.
Metode ini juga bisa digunakan, walaupun agak susah karena kamu perlu banyak bergerak untuk mengeluarkan kertas dari kaus kaki, sehingga dapat menarik perhatian pengawas.
Tetapi, dengan kaus kaki yang tebal, kamu bisa menyelipkan JAUH lebih banyak informasi dibandingkan metode-metode2 lain.
10) Kerah kemeja.
Kerah kemeja juga bisa digunakan sebagai alat bantu. Pada kerah sebelah luar tapi bagian dalamnya, pasangkan sejenis perekat yang cukup lengket untuk menahan kertas, tapi tidak terlalu lengket yang dapat membuatsampai2 kertasnya rusak. Lihat gambar untuk lebih jelasnya.
11) SMS.
Teknik ini sempat sangat populer pada akhir tahun ajaran 2000-an ketika saat itu penggunaan handphone belum terlalu meluas. Para siswa gencar bertukaran jawaban dengan handphone mereka, dan para pengawas tampaknya tidak perduli dengan hal itu, sehingga siswa bisa dengan leluasa bertukar jawaban. Cara metode ini sama layaknya kita mengirim SMSsms biasa ke teman, tetapi isinya diganti dengan jawaban. Format paling sering digunakan dalam mencontek lewat SMS adalah: AADCB sesuai dengan progresi angka 1 sampai 5 dan seterusnya.

12) Pura-pura ke WC
Jika kamu diperbolehkan ke WC, kamu bisa mempersiapkan beberapa contekan atau bahkan buku di dalam bilik WC. Simpan di tempat yang tidak mudah terlihat, seperti diselipin di atas bilik WC buat buang air besar, dsbnyatau di tempat yang lainnya. Sebelum minta ijin ke WC, siapkan dulu beberapa pertanyaan yang mau dicontek jawabannya, sehingga kamu cuma perlu pergi ke WC sekali saja dan langsung mendapatkan semua jawaban yang dibutuhkanmau. Karena rata-rata dalam ujian, cuma diperbolehkan pergi ke WC sekali saja.
13) Buku
Cara ini adalah yang paling barbar menurut kita. Karena saking terlalu males untuk membuat contekan kecil sendiri, mendingan nyontek langsung pake buku saja, langsung dari sumbernya. Ketegangannya lumayan tinggi. Paling bagus kalau di bawah meja kamu tersedia laci, jadi kamu bisa nyimpen atau/ ngumpetin bukunya di laci itu.
Tips-tips nyontek dengan metode buku dari laci:

  1. Sebelum ulangan dimulai, buku udah siap dalam keadaan terbuka dan ditandain dengan lipaetan halaman-halaman2 yang kira penting. Poin-poin2 penting juga bagusnya di-highlight pake stabilo biar bisa langsung terlihat dalam buku tersebut. Sebaiknya buku dimasukkan sedalam mungkin ke dalam laci
  2. Kalau “’jasa”’ sang buku sudah mulai diperlukan, Tangan kanan perlahan-lahan2 menggapai ke dalam laci sementara tangan kiri harus tetap di atas meja dan terlihat sedikit sibuk (misalnya pijet-pijet2 dagu atau hanya dilipat di atas meja juga boleh) agar bisa sedikit ‘”menutupi”’ perbuatan tangan kanan.
  3. Kalau buku sudah dalam keadaan siap untuk dilihat, kedua tangan sebaiknya dalam keadaan terlipat tepat diatas laci. Mata perlahan2 digeser ke arah buku. Ingat! kepala jangan terlalu berubah posisi, cukup mata yang mendelik sedikit kebawah.
  4. Kalau pengawas terlihat mendekat atau/ keadaan sudah tidak terlalu aman atau jasa sang buku sudah tidak diperlukan lagi., p Perlahan-perlahan2 dorong sang buku sedalam mungkin dengan menggunakan perut supaya tidak menimbulkan curiga dari pihak manapun.

Mencontek Cara Kerja Sama

ntuk melakukan mencontek metode kerjasama, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

  1. Mempunyai partner yang kira-kira bisa buat dimintain jawaban dan jawabannya itu benar (alias orang pinter).
  2. Posisi duduknya strategis dari tempat kamu dan kira-kira bakal enak dan gampang buat ngeliatnya.
  3. Kerjasama ini bisa dilakukan dengan cara ngeliat jawaban langsung dari kertas teman ( apabila posisi memungkinkan ), dan atau minta jawaban dengan kode-kode tertentu.

Kode-kode yang biasa dipake buat ngasih tahu jawaban pilihan ganda biasanya menggunakan bagian-bagian dari tubuh, seperti hidung, mata, kuping atau dengan menggunakan kode-kode jari. Tapi kamu melakukanya harus dengan tidak menarik perhatian alias secara natural. Bisa juga dilakukannya dengan berpura-pura sambil melakukan hal lain.

Contoh kode yang biasa digunakan:
Kode A dilambangkan dengan megang-megang jidat.
Kode B dengan garuk2 hidung
Kode C dengan megang-megang kuping.
Kode D dengan megang dagu, sambil pura-pura lagi liat ke atas.

PENTING : Kode yang akan dipergunakan harus disepakati terlebih dahulu dan dikuasai oleh kedua belah pihak. Jangan sampai salah, karena akan fatal akibatnya.

Buat Renungan Atau Pemikiran.

Setelah melihat cara-cara diatas ini memang terlihat ampuh dan kamu bisa mendapat nilai bagus. Tapi apalah arti sebuah nilai yang dituliskan di atas kertas kalau nilai sesungguhnya yang seharusnya tertulis di otak kamu tidak ada sama sekali. (Bingung ye…? Intinya kalo kalau dapet nilai bagus tapi otak tetep tolol ya sama aja boong…)

 

Sumber :@TentangSekolah

A.Pengertian Kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:

  • Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  • Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.

Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna “memadai” di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.

Contoh kemiskinan yang terjadi:

         

        

       

Penyebab kemiskinan

  • penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
  • penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
  • penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
  • penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
  • penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

Menghilangkan kemiskinan

  • Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan.
  • Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
  • Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan.

Ciri-ciri Kemiskinan
kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Mereka umumnya tidak mempunyai faktor produksi sendiri seperti tanah yang cukup, modal dan keterampilan.
b. Mereka tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh aset produksi dengan kekuatan sendiri. Pendapatan tidak cukup untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha.
c. Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat SD atau SLTP. Waktu mereka tersita habis untuk mencari nafkah sehingga tidak ada waktu untuk belajar.
d. Kebanyakan mereka tinggal di pedesaan
e. Kebanyakan dari mereka yang hidup di kota, masih berusia muda dan tidak mempunyai keterampilan yang mampu dan pendidikan yang layak untuk bersaing di kota. Sehingga banyak dari mereka bekerja sebagai buruh kasar, pedagang musiman, tukang becak, pembantu rumah tangga. Beberapa dari mereka bahkan jadi pengangguran atau gelandangan.

Memperkecil tingkat kemiskinan antara lain dengan memberi beras miskin (raskin), Jamkesmas, PKH (Program Keluarga Harapan), beasiswa rakyat miskin, Program Nasional Pemberdayaan masyarakat.

My Holiday Trip (PART 3)

Posted: Agustus 12, 2011 in Bali, Holiday, liburan

Halo lagi temen-temen…ketemu lagi…mau nge-post lagi tentang lanjutan cerita liburanku di Bali.

Hari esoknya.. saya check out dari hotel tersebut karena kami maunya dekat dengan pusat kota..jadi saya memutuskan untuk mencari hotel lagi yang lebih nyaman. Tapi, kata ii ku saya pisah jalan dengan ii saya, karena ii saya mau mencari hotel dan saya mau melanjutkan jalan wisataku.

Tujuan pertamaku adalah maskotnya pantai Bali dah..yah! Pantai Kuta. Ngga asing lagi kan dengan pantai tersebut yang terkenal dengan Sunset Beach nya kan?? hahaha….

Naaah..masuk ke Pantai Kuta biaya gratis tis tis!!! tapi kita bayar parkir aja. Kalo mencari parkir sulit banget, karena jalan di sekitar Kuta macet sangat, apalagi jalannya sempit, sehingga  banyak yang berjalan kaki ke pantai tersebut.

Jadi saya sempat-sempatnya bernarsis ria dengan adik dan sepupu saya..hahaha

me and my brother 😀

vivi.. 😀

Nah..setelah puasin di Pantai Kuta, akhirnya kami mua jalan-jalan lagi ke Pantai Dreamland…tapi sebelumnya..kami mau foto bersama dulu di depan pagar Pantai Kuta..

Naaahh..lalu kita menuju Pantai Dreamland. Jalurnya sama kok dengan GWK, tapi sebelumnya mau minum es Kelapa dulu..soalnya panas banget cuacanya…

lanjut..perjalanan ke pantai Dreamland memasuki Area Komplek Perumahan Milik Tommy Soeharto. Pantai Dreamland bisa disebut juga New Kuta Beach, karena baru dibuka Pantai tersebut.

banyak banget dah orang-orang disini, karena masuknya GRATIS!!!!! hahahaha…saatnya bernarsis lagi..hahaha..nih koleksi foto-fotoku dan sepupuku..

Dan akhirnya..kami pulang ke Hotel yang baru,..walaupun kami agak tersesat terus di Bali..tapi kami senang kok jalan-jalannya…hahahaha..sampai sini dulu yah..nanti saya mau melanjutkan cerita liburanku lagi…daaah

My Holiday Trip (PART 2)

Posted: Agustus 9, 2011 in Bali, Holiday, liburan

Halo lagi ketemu lagi nih..hahaha..langsung nge-post aku.. btw, nih aku akan menceritakan tentang perjalananku dari Surabaya ke Bali..perjalanan yang sangat sangat dan sangat melelahkan bagi aku yang masih junior dalam perjalanan panjang.

Kami berangkat setengah 6 waktu setempat. Perjalanan dimulai menuju Pasuruan, Jawa Timur. Setelah sampai di Pasuruan, langsung menuju Probolinggo. Nah disini deh capek sangat, karena ada kecelakaan truk sehingga mengakibatkan macet yang panjang banget. Kami menunggu hampir 2 jam disini.

Jadi..kami putuskan untuk istirahat makan dulu di rumah makan di sekitar Besuki. Banyak banget bus pariwisata yang hendak tour ke Bali, ada juga saya berbincang dengan ibu yang ada di rumah makan tersebut. Katanya, dia dari Cianjur dengan bus tour untuk liburan ke Bali. tahan banget yah!!

Setelah sampai di Probolinggo, kami langsung pergi lagi menuju Situbondo. Panjang banget perjalanannya hingga sampai di Situbondo dan langsung ke Banyuwangi dan hingga menuju penyebrangan kapal feri menuju Bali.

Dan penyebrangan nya selama 45 menit. Setelah sampai di Pelabuhan Gilimanuk, kita harus ada KTP ataupun kartu pelajar, karena sangat penting dibawa ke Bali, karena akan diperiksa setelh sampai di Bali atau pergi dari Bali.

Nah…perjalanan masih panjang untuk pergi ke Denpasar…sekitar 3 jam untuk sampai ke kota Denpasar. Rasanya, pantat nih sudah ngga bebentuk lagi dah!! 😦

Dan, akhirnya sampai juga di Denpasar..langsung kami mencari hotel di Denpasar. Sulit sekali mencari hotel karena banyak yang sudah booking. Dan, saya mendapat hotel di Denpasar..walaupun untuk sementara saja, karena kami ingin hotel yang dekat dengan jalan Kuta.

Well…..mau istirahat dulu yah! ngantuk banget abis perjalanan yang sangat panjang..sampai bertemu lagi di waktu lain yah…

My Holiday Trip (PART 1)

Posted: Agustus 9, 2011 in Holiday, liburan, Surabaya

Haloha teman-teman..lama banget ngga nge-post blog lagi karena ada kendala yang membuatku sangat super sibuk. Blog ini saya tulis untuk berbagi cerita liburan saya pada bulan Juni 2011 lalu, tepatnya saya liburan ke Surabaya dan Bali.

Pertama, saya dari Banjarmasin ke Surabaya dengan kapal udara mulai dari pukul 11 siang. Setelah saya sampai di Bandara Internasional Juanda.. langsung deh sepupu saya mau narsis abis…namany Vivi..hahahaha..

Narsis bukan??? hahahaha… Lalu, saya pergi cari makan siang buat isi perut yang sudah keroncongan..tepatnya di Galaxy Mall di foodcourt nya. Setelah isi perut..langsung deh turunin barang barang dan koper di rumah boss nya tante saya, mumpung gratis nginap di sana, hehehehehe…

Setelah nurunin barang..lanjut jalan-jalan nya ke Pasar Atom beli makanan dan tas. Lalu sekitar pukul setengah 5 waktu setempat, pulang deh. Malamnya kami, mencari makan malam, dan kata abah nih makan di Kwetiau Apeng, karena enak banget disitu, dan akhirnya kami meluncur ke sana.

Akhirnya sampai juga di KWETIAU APENG . Rame banget dah restoran tersebut, karena terkenal dengan kwetiau Medan nya.  Akhirnya aku dipesan kwetiau kuah kayaknya. Tapi nih fotonya..

Enak banget dah… (y) harganya cukup terjangkau, hanya 30.000 saja. tapi jangan tandingi rasanya.

Setelah saya selesai makan…langsung deh mau liat Jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura, yah Jembatan Suramadu. Bagus banget Jembatannya walaupun kita membayar uang sekitar 50.000 buat mobil. Angin nya kencang banget, tapi pemandangan kota Surabaya sangat indah yang dipenuhi dengan cahaya lampu.

Dan waktu menunjukkan pukul 10 malam..wah!! harus cepat-cepat pulang nih buat tidur..karena esok pagi-pagi mau liburan ke Bali lewat jalan darat..jadi harus menyiapkan stamina yang kuat.

Yah..ini saja dulu cerita ku..karena masih ada lagi bagiannya perjalananku untuk berangkat Ke Bali. ddaaaah…

Kado Untuk Samuel

Posted: Juni 19, 2011 in Uncategorized

Hai guys! lama banget ngga ngeposting blog lagi, soalnya sibuk Ujian untuk kenaikan Kelas.Sekarang aku masih kelas X, semoga aku bisa naik ke kelas XI dan masuk ke jurusan IPS, doain yah supaya bisa naik kelas,AMIN.

Sekarang, saya mau ngeposting cerita yang bagi saya, terharu sekali membacanya,sampai bercucur air mata. Judulnya “Kado Untuk Samuel”. Emang,cerita ini sudah lama dari tahun 2010, tapi aku sering membacanya karena banyak pesan moral yang disampaikan di cerita ini. Ini dia ceritanya.

***

Aku menemukan sisi lain dari keindahan dunia ini saat mengenalmu dan ketika aku kehilangan dirimu, engkau menjadi inspirasi bagiku.”

Dewa Klasik Alexander

Aku meneguk sisa es teh tawar yang masih tersisa di gelasku. Ketika aku masih menikmatinya ekor mataku menangkap sosok anak laki-laki yang memperhatikanku. Matanya menatapku. Sebuah tatapan yang menusuk ke dalam hatiku. Tatapan yang penuh iba. Aku meletakkan gelas yang hanya menyisakan es batu yang masih membeku.

“Bu, anak kecil yang duduk di pinggir jalan itu siapa ya?” tanyaku penasaran kepada pemilik warung sambil memandang anak laki-laki tersebut.

“Ow… Duh, kasihan tuh anak, bang!”

“Kasihan kenapa, bu?”

“Sudah seminggu bapanya meninggal gara-gara sakit. Ibunya sih meninggal pas melahirkan dia. Dia ngga punya keluarga lagi. Sekarang sih dia tidur di mana saja karena di usir dari kontrakan.”

“Begitu ya, bu!”

Selesai membayar es teh tawar yang aku pesan. Aku menghampiri anak laki-laki yang hanya mengenakan pakaian kumal tanpa alas kaki. Entah sudah berapa lama dia tidak mengganti pakaiannya.

Semakin aku mendekatinya semakin jelas kelihatan kalau tubuhnya tidak terurus. Dia terus menatapku sampai aku duduk di sampingnya.

“Nama kamu siapa dek?” tanyaku dengan nada bersahabat sambil mengukir sebuah senyuman.

“Aku lapar, kak!” ucapnya sambil memegang perutnya.

Aku mencoba mengingat uang yang masih tersisa di saku dan dompetku. Hanya ada selembar sepuluh ribuan dan dua koin lima ratus.

“Nanti kakak belikan kamu makanan. Tapi nama kamu siapa?” Sekali lagi aku menanyakan namanya.

“Benar kak? Serius? Kakak ngga bohongkan?”

“Iya. Ngapain bohong? Tapi nama kamu siapa?”

Aku melihat senyuman manisnya yang memancarkan barisan giginya yang tersusun rapi tapi berwarna kuning karena tidak pernah disikat.

“Namaku Samuel Lie. Dipanggilnya Samuel. Kalau kakak?”

“Dewantara, panggil saja kak Tara!”

Dia mengulurkan tangannya lalu kusambut. Sebuah jabatan salam perkenalan yang hangat. Terasa kalau tangannya penuh dengan debu ketika tanganku bersentuhan dengan tangan munggilnya. Kukunya yang panjang menyembunyikan daki berwarna hitam di setiap kuku jarinya.

“Yuk, kita makan.”

“Di mana kak?”

“Tuh ada warteg!” ucapku sambil menunjuk sebuah warteg.

Dengan langkah semangat Samuel memegang tanganku dan menuntunku ke warteg tersebut. Wajah murungnya berubah menjadi ceria.

Aku hanya memandangnya dengan mata yang hampir copot. Lahap sekali anak ini makan. Kurang dari lima menit, makanan yang aku pesan sudah tidak tersisa lagi. Sampai menjilat jarinya segala.

“Terima kasih ya, kak!” ucapnya dengan malu-malu.

“Sama-sama,” balasku terharu meski aku tahu jatah makan malamku sudah tidak ada lagi.

****

Aku manatap Samuel yang tidur terlelap yang hanya beralaskan koran dan tumpukan baju di kosku yang hanya berukuran 2×1,5 meter. Masih terngiang pembicaraan antara aku dengan Samuel sebelum dia terlelap.

“Aku panggil kakak dengan sebutan Ko Dewa ya?”

Aku menatapnya dengan keheranan di antara terang yang dipancarkan lilin kecil. Anehkan? Kos yang aku tinggali hanya seratus ribu sebulan. Tanpa listrik dan tanpa kamar mandi. Jadi kalau mau mandi harus ke WC umum. Itu pun harus bayar. Suara kereta api yang lewat persis di depan kosku sudah menjadi musik tersendiri bagiku. Kata orang ada harga, ada mutu. Seperti itulah gambaran kos di pinggiran rel kereta api.

“Dulu aku punya koko.”

“Trus koko kamu di mana sekarang?”

Hening. Sunyi. Bisu.

“Koko… Koko meninggal karena sakit sama seperti papa. Namanya Ko Daniel.”

Kembali kesunyian mencekam.

“Ngga apa-apakan kalau aku manggil kakak dengan panggilan Ko Dewa?”

Aku berusaha untuk tersenyum, “panggil saja Ko Tara, ya?”

“Oklah kalau begitu.”

Aku tertawa dengan tingkah lakunya yang masih polos.

Karena lelah Samuel langsung tidur terlelap. Sementara aku berusaha menutup mataku diantara suara perutku yang berbunyi karena kelaparan.

*****

“Koko pengen punya toko sendiri,” celotehku ketika mengajaknya ke tempatku bekerja. “Ngga perlu besar, yang penting milik sendiri.”

“Kenapa ngga jadi koki saja?”

“Koki?”

“Iya. Bisa makan sepuasnya. Kita makan ya ko?”

“Kamu lapar?”

“Lapar setengah mati.”

“Tapi uang koko tinggal seribu rupiah. Cuma bisa beli gorengan.”

Samuel hanya menatapku.

“Kamu disini ya, koko beliin kamu gorengan dulu.”

“Iya ko.”

Aku berlari untuk membeli dua potong pisang goreng. Begitu kembali, mata Samuel berbinar-binar ketika menerima dua potong pisang goreng.

“Ini untuk aku dan ini untuk koko,” ucapnya sambil menyerahkan sepotong pisang goreng.

“Untuk kamu saja ya!”

“Ngga mau! Koko kan belum makan apa-apa dari semalam?”

Dengan berat hati aku memakannya juga.

Setelah itu aku langsung melakukan tugasku ketika tiba di toko. Membuka toko, lalu membersihkannya, melayani pembeli dan kemudian menutupnya. Gajinya sih cukup untuk bayar kos, makan, kebutuhan sehari-hari dan biaya transportasi. Tapi beruntung Ko Willy, si empunya toko berbaik hati mengizinkan aku memakai komputernya untuk jualan online. Aku menjual tas yang ada di toko Ko Willy di blogku yang kuberi kamarsolusi.com. Keuntungannya memang sedikit. Tapi aku percaya, setia dalam hal yang kecil maka Tuhan akan mempercayakan hal yang lebih besar lagi.

“Nanti kalau ada yang beli tas sama koko, nanti koko traktir kamu di KFC.”

“Wow! Samuel doain semoga laku. AMIN”

Aku hanya tersenyum. Apa lagi melihat tubuhnya sudah bersih. Meski baju yang dikenakannya kebesaran.

Aku belum bisa membelikan Samuel baju sehinga mau ngga mau dia harus memakai pakaianku.

*****

“Kamu sikat gigi pakai garam ya?”

Samuel menatapku dengan kebingungan.

“Odolnya habis. Koko belum bisa beli.”

“Ow.”

“Begini caranya…” ucapku lalu mengambil garam dengan telunjuk tanganku dan menggosokkannya ke gigiku.

“Asin ko!”

Aku tersenyum meski hatiku perih.

“Yah iyalah masa manis.”

*****

“Badanmu panas,” keluhku bingung ketika tanpa sengaja menyentuh tubuhnya. “Kamu sakit ya?”

Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut munggil Samuel yang merah. Dahinya berkerut dan bibirnya mendesah menahan sakit.

Sementara di luar kos, gerimis mulai turun.

Tubuh Samuel kedinginan. Tidak ada jaket atau selimut. Aku berusaha menghangatkan tubuhnya dengan menempelkan beberapa baju ke seluruh tubuhnya.

“Kita ke dokter ya?” usulku, meski aku sendiri tidak yakin mendapat pertolongan tanpa uang yang cukup. Orang miskin dilarang sakit! Kalau berobat harus pinjam sana-sini buat biaya berobat. Setelah sembuh kerja keras lagi buat bayar hutang.

Aku semakin bingung ketika Samuel tidak menjawab. Dia hanya mengerang dengan mata tertutup rapat.

Aku menggendong tubuh Samuel dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Entah kenapa aku takut kehilangan Samuel. Meski baru dua minggu mengenalnya. Rasanya seperti terjalin ikatan batin yang kuat diantara kami.

Sehari tanpa ocehan Samuel rasanya ada yang aneh. Pertanyaan-pertanyaan sering terlontar dari mulutnya hingga kadang aku kewalahan menjawabnya.

“Woi, mau ke mana loe?” sergah satpam rumah sakit ketika melihatku. “Enak saja main masuk!”

“Adik saya sakit, pak?”

Satpam tersebut memandangku dan Samuel berkali-kali. Mungkin dia bingung, aku yang pribumi memiliki adik yang keturunan Tionghoa.

“Bawa saja ke rumah sakit lain. Di sini bayarnya mahal. Ngga terima pasien kayak begini!”

Ya Tuhan? Apa rumah sakit ini hanya menerima pasien yang menaiki mobil mewah yang bisa di rawat di sini? Sementara orang miskin sepertiku tidak diterima?

Ketika satpam tersebut mengarahkan mobil mewah untuk mendapatkan parkir aku langsung menerobos masuk. Aku tetap nekat untuk masuk. Apa pun akan aku lakukan untuk Samuel. Satpam tersebut hanya pasrah dengan sikapku. Aku tidak menghiraukan tatapan orang yang melihatku basah kuyup tanpa alas kaki. Sandal nyang kupakai tadi putus. Mungkin sudah waktunya untuk diganti.

Aku tidak menghiraukan tatapan orang yang memandangku. Dinginnya AC menusuk hingga tulang sum-sumku.

*****

Empat hari kemudian.

“Hemofilia?” tanyaku kaget.

“Penyakit gangguan pembekuan darah dan diturunkan oleh melalui kromosn X,” ucap dokter muda yang cantik perawakannya memberiku penjelasan.

Aku menggagumi kecantikannya.

“Tapi selama ini tidak ada keanehan yang saya temui, seperti pendarahan yang terus menerus atau terjadi benturan pada tubuhnya yang mengakibatkan kebiru-biruan. Kalau boleh tahu, Samuel mengidap hemofilia A atau Hemofilia B, dok?”

“Begitu ya? Hemofilia B.”

Aku terdiam.

“Tidak hanya itu, hasil pemeriksaan menyatakan kalau dia juga positif HIV.”

Aku berdiri seperti patung. Samuel yang masih berumur enam tahun mengidap HIV? Ayah atau ibunyakah yang menularkan? Atau karena dia pernah menjalani transfusi darah dan ternyata Human Immunodeficiency Virus lolos dalam transfusi darah yang dijalanninya.

Kini aku tahu, kenapa tidak ada satu pun keluarganya yang mau menampungnya yang sebatang kara. Mungkin ayahnya meninggal karena HIV juga. Entahlah.

Aku menatap wajah pucat Samuel yang terbaring lemah dengan infus yang terpasang ditubuhnya. Selama Samuel di rawat tidak ada satu pun kata keluh kesah yang keluar dari mulutnya.

Masih jelas tergambar di memoriku pembicaraan kami berdua ketika mengajaknya makan di KFC di salah satu mal di bilangan Jakarta Barat.

“Samuel pengen kado natal!” Ungkap Samuel tiba-tiba begitu melihat nuansa natal yang menghiasi setiap penjuru mal.

“Mau kado apa?”

“Cuma pengen boneka Tazmania.”

“Nanti koko belikan kalau koko sudah punya duit. Beberapa harri ini belum ada tas yang laku. Nanti koko belikan boneka Tazmania yang gede.”

“Yang kecil juga ngga apa-apa kok.”

“Tapi jangan lupa berdoa ya.”

“So, pasti!”

Malamnya sebelum beranjak tidur, kembali dia mengutarakan keinginannya.

“Koko pasti belikan buat kamu. Berharap sebelum natal banyak tas yang laku.”

“Amin!” teriaknya memecah kesunyian malam.

Hatiku miris, seharian aku dan Samuel hanya minum air kran. Tidak ada duit yang tersisa.

“Maafkan koko, Samuel,” bisikku dalam hati sambil mengusap kepalanya.

Menit berikutnya.

Dia mengajakku berdoa. Biasanya aku yang mengajaknya.

“Tuhan… Berkati Ko Tara ya. Berkati pekerjaannya dan usaha on…”

“Online.” timpalku yang mengetahuinya kesulitan menyebut kata tersebut.

“Usaha onlinenya. Berkati juga bloknya.”

Aku tersenyum ketika dia menyebut kata blog dengak pemakaian huruf K dibelakangnya.

“Nama blognya apa ko?”

Kamarsolusi dot com,” ucapku dengan perlahan-lahan.”

“Berkati kamarsolusi dot kom ya Tuhan. Biar banyak orang yang diberkati.”

Aku terharu. Aku meneteskan air mataku.

*****

“Ko, aku mau pulang saja!”

“Kenapa sayang? Di sinikan enak? Ngga kayak di kos koko.”

“Tapi aku kasihan koko harus berhutang untuk bayar semuanya.”

Diam. Sesak.

“Kamu jangan pikirkan itu ya, sayang. Tuhan pasti cukupkan semuanya.”

Tidak ada pilihan selain meminjam uang dengan Ko Willy dengan jaminan gajiku di potong setengah dari seharusnya aku terima setiap bulan.

Sebatang kara seperti ini tidak bisa berharap pertolongan kepada keluarga. Ah, betapa indahnya kalau masih memiliki keluarga. Teman? Ini Jakarta. Uang ngga jatuh dari pohon kayak daun kering. Siapa yang mau memberikan pinjaman kepadaku tanpa jaminan apa-apa yang bisa disita kalau tidak mampu melunasi hutang yang ada? Memberikan pinjaman ke keluarga sendiri saja masih pakai hitung-hitungan. Kalau mau nyumbang harus di ekspos. Berharap kepada manusia memang sering mengecewakan.

“Kamu harus di rawat di sini supaya cepat sembuh.”

“Ko…. Maafkan aku.”

“Kenapa harus minta maaf?”

“Aku sudah merepotkan koko.”

Aku menggenggam tangannya. “Kamu tidak merepotkan kok. Percayalah! Koko malah senang bisa berkorban buat kamu.”

******

Segala macam usaha telah di coba oleh tim dokter yang menangani Samuel. Sudah dua minggu terakhir ini berbagai obat pun silih berganti dimasukkan ke dalam tubuhnya.

Setiap hari berjam-jam aku menemaninya setelah pulang dari jaga toko. Mengobrol, bergurau atau kadang-kadang berdongeng untuknya.

“Ko, apa artinya meninggal dunia?”

Pertanyaan yang menghentakkan diriku yang lelah dan lapar. HIV sudah memorak-porandakan seluruh sistem pertahanan tubuh Samuel. Infeksi yang tidak terlalu berat pun dapat menimbulkan penyakit yang fatal.

“Artinya, kamu akan suatu tempat yang jauh. Tempat di mana kamu berasal.”

“Perginya sendirian?” tanyanya lemah.

Mataku berkaca-kaca. Namun aku mencoba untuk menahan agar air mata itu tidak jatuh.

“Sendirian. Tapi kamu jangan takut.”

“Kalau aku meninggal dunia, siapa yang akan menemani koko?”

Akhirnya air mataku juga jatuh. Diantara penderitaannya dia masih memikirkanku.

“Aku tahu, koko sering ngga makan biar aku kenyang. Koko sering jalan kaki pulang pergi ke toko biar bisa belikan aku sesuatu setiap hari. Nanti di sana, siapa yang motongin kuku Samuel?” ucapnya sambil meneteskan air matanya.

Aku memeluknya.

“Kamu ngga usah mikirin koko ya, sayang!  Tuhan pasti menjaga koko.”

“Nanti kalau aku sudah besar dan punya uang yang banyak. Aku mau belikan koko sebuah toko. Biar koko ngga usah kerja lagi. Trus belikan koko rumah dan mobil, biar kalau hujan bisa tetap tidur enak dan tidak perlu lagi jalan kaki.”

Mulutku tertutup rapat. Bungkam. Tak ada kata yang bisa melewati kerongkonganku. Di tengah rasa sakitnya, dia masih menyimpan sebuah impian. Bukan keluh kesah karena sakit yang di deranya.

******

Aku membawa sebuah boneka Tazmania kecil untuk Samuel. Samuel yang terbaring lemah memaksakan senyumannya.

“Ko…”

“Kenapa sayang?”

“Besok aku tidak bisa ikut koko natalan di gereja.”

“Ngga apa-apa.”

“Kamu suka ngga bonekanya?”

“Terima… kasih… ya, ko! Bonekanya bagus banget.”

“Maafkan koko ya. Koko ngga bisa belikan kamu boneka yang gede.”

“Ko, aku mau… kasih koko… kado.”

Aku tercengang!

“Aku cuma… bisa kasih lagu buat koko…”

Aku mendekatkan kupingku di wajah Samuel. Suaranya semakin pelan.

“Ku yakin saat Kau berfirman

Ku menang saat Kau bertindak

Hidupku hanya ditentukan oleh perkataanMu

Ku aman karna Kau menjaga
Ku kuat karna Kau menopang
Hidupku hanya ditentukan oleh kuasaMu

Bagi Tuhan tak ada yang mustahil
Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin
MujizatNya disediakan bagiku
Ku diangkat dan dipulihkanNya”

Air mataku terus jatuh ketika dengan susah payah dia menyelesaikan lagu tersebut. Meski sudah tidak ada lagi harapan Samuel tetap percaya mujizat itu ada.

“Selamat natal ya ko,” ucapnya dengan sangat pelan.

“Selamat natal juga sayang.”

“Ko…”

“Iya, sayang!”

“Koko bisa nyanyikan aku lagi malam kudus? Tapi pake bahasa inggris.”

Tanpa berpikir panjang aku memenuhi permintaan Samuel.

Silent night, holy night

All is calm and all is bright

Round yon virgin mother and child

Holy infant so tender and mild

Sleep in heavenly peace

Sleep in heavenly peace

Silent night, holy night

Shepherds quake at the sight

Glories stream from Heaven afar

Heavenly hosts sing halleluia

Christ the savior is born

Christ our savior is born

Silent night, holy night

Son of God

Love’s pure light

Radiant beams from thy holy face

With the dawn of redeeming grace

Jesus Lord at thy birth

Jesus Lord at thy birth

Halleluia!

Halleluia!

Halleluia!

Christ the savior is born

Tangan kanan Samuel mendekap boneka Tazmanianya sementara tangan kirinya menggengam tanganku.

Genggamannya makin lama makin lembut hingga tak ada lagi nadinya yang berdetak.

“Surga menantimu, pahlawan kecilku,” bisikku dikupingnya yang dingin.

*****

TAMAT

Sumber: